• (F.A.Q)
  • catatan perjalanan
  • koleksi
  • tentang saya

Luangkanlahsejenak

~ Kebahagiaan akan terasa berarti apabila kita bisa saling berbagi

Luangkanlahsejenak

Category Archives: Wisata, Seni dan Budaya

informasi perjalanan dan tempat wisata di Indonesia tercinta serta keanekaragaman budayanya

PERUSAKAN LINGKUNGAN Taman Nasional Komodo Dirusak Aktivitas Penambangan

07 Tuesday Jul 2009

Posted by agung perdana t.s in Celoteh Lingkungan, Wisata, Seni dan Budaya

≈ 6 Comments

Tags

Konservasi, Pendidikan

Beberapa hari yang lalu saya mampir ke Gelanggang Mahasiswa UGM tepatnya hari Jumat, 3 Juli 2009 sedang diadakan vote online untuk menjadikan Taman Nasional Komodo  “7 Keajaiban Dunia Yang Baru”.


Hmmm….tidak pikir panjang langsung saya mencoba mengikutinya dan melakukan proses registrasi yang lumayan menyita waktu 15-20 menit karena banyaknya peminat khususnya penghuni gelanggang UGM yang antusias untuk mendukung dan memilih TN. Komodo menjadi skala prioritas keajaiban dunia dari Indonesia, walaupun hanya satu yang dijadikan nominasinya. Akhirnya setelah sukses proses registrasi dengan dikirimkannya konfirmasi melalui email, kita sudah  terhitung dalam pemilihan bergengsi tersebut yang berskala internasional, sekaligus mendukung upaya pemerintah melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia untuk melindungi hewan Komodo ini dari kepunahan sekaligus mengenalkannya kepada Dunia dalam program Visit Indonesia 2009. Setelah selesai semua urusan dalam upaya dukungan ini, semua  pemilih mendapatkan bingkisan menarik berupa Pin dan Kaos Vote Komodo National Park as the New7Wonders Of Nature. Makasih yah….lumayan euy.

………ayo ikutan vote……buruan……

Vote now for Komodo National Park

Live Ranking: see the latest top

Lalu betapa sedihnya mendengar berita adanya kerusakan di TN. Komodo karena aktivitas penambangan…..Baru saja diikutsertakan dalam nominasi unggulan dari Indonesia untuk tingkat dunia…..ya ampun. Ini harus ditindak tegas bung.

Kamis, 2 Juli 2009 | 03:02 WIB

Labuan Bajo, Kompas – Kasus perusakan kawasan mirip situs purba Majapahit di Jawa Timur, beberapa bulan lalu, terulang lagi pada area penambangan emas Batugosok di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perusakan sudah terjadi sejak pertengahan Januari 2009, tanpa terpantau.

Kawasan wisata dan habitat komodo itu kini dalam kondisi rusak menyusul beroperasinya aktivitas ”eksplorasi” penambangan emas oleh investor asal China yang tidak mengantongi persyaratan lolos analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh ”eksplorasi” PT Grand Nusantara telah mengakibatkan terbukanya area puluhan hektar dan gundulnya sejumlah kawasan. Area penambangan digali sedemikian rupa membentuk parit-parit ”eksploitasi”, bukit dibuldoser, dan peralatan berat berdatangan ke lokasi. Di area penambangan juga dibuat jalan-jalan untuk kendaraan pertambangan serta terjadi pula kegiatan pengeboran. Pengeboran dilakukan di dua lokasi dengan mendirikan dua menara (Kompas, 30/6).

Padahal, area Batugosok yang termasuk kawasan Taman Nasional Komodo merupakan bagian dari warisan alam dunia dan saat ini sedang dicalonkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Sedangkan kawasan laut Taman Nasional Komodo menjadi hunian sekitar 1.000 jenis ikan hias dan ikan air dalam, serta memiliki sedikitnya 50 titik lokasi taman laut yang dikenal sebagai kawasan rekreasi menyelam.

Karena itu, sejumlah kalangan di Pulau Flores, Rabu (1/7), memprotes aktivitas ”eksploitasi” oleh investor asal China yang sudah bekerja sejak akhir tahun lalu itu. Masyarakat meminta kegiatan merusak lingkungan itu dihentikan. Mereka yang bereaksi keras adalah Theodorus Hamun (Ketua Asita Manggarai Barat), Ambrosius Janggat (Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat), Herry Maraden (General Manager Hotel Batugosok—sekitar lokasi pertambangan), Feri Adu (anggota Gerakan Masyarakat Anti Tambang/Geram), dan tokoh masyarakat Marcel Agot SVD.

Di Jakarta, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Rabu kemarin, langsung meminta Pemerintah Provinsi NTT segera turun tangan menyetop kegiatan tambang emas di Batugosok. ”Jangan dilanjutkan dulu tanpa kesesuaian peraturan,” kata Deputi I Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan Hermien Roosita.

Menurut Hermien, kegiatan di lapangan sudah masuk kategori kegiatan konstruksi, tidak lagi eksplorasi seperti dikatakan pemerintah daerah. Artinya, harus didahului amdal.

Sementara itu, Kepala Bidang Amdal Badan Lingkungan Hidup Daerah NTT Elly Ugut menyatakan, pihaknya sedang mengumpulkan data dari kabupaten sebelum mengambil keputusan. ”Keputusan baru akan dibuat besok (hari Kamis ini) dan suratnya dikeluarkan sekretaris daerah kepada bupati,” ujarnya.

Feri Adu, warga masyarakat yang tergabung dalam Geram yang meninjau lokasi bersama Kompas, mengungkapkan, kegiatan PT Grand Nusantara sangat berbeda dengan tahap ”eksplorasi” yang dikerjakan investor PT Nusa Lontar, 20 tahun lalu di tempat yang sama. ”Eksplorasi Nusa Lontar dulu hanya dengan menggali dua petak 4 meter x 6 meter, hanya menggunakan satu mesin genset untuk pengeboran, dan pekerjaan awal itu hanya berlangsung sebulan,” kata Feri.

Menurut Theodorus Hamun, Taman Nasional Komodo bersama kawasan sekitarnya, seperti Labuan Bajo dan Batugosok, harus dijaga kelestarian lingkungannya. Namun, dalam waktu tak lama lagi, lokasi-lokasi diving dipastikan akan hancur karena tanah gusuran tambang akan terbawa banjir masuk ke laut.

”Jadi, kehadiran tambang emas di Batugosok itu merusak lingkungan dan mengganggu pariwisata. Karena itu, kami menolak kehadiran tambang tersebut. Kami minta Bupati Manggarai Barat mencabut kembali izin kuasa pertambangan yang telah diberikan kepada PT Grand Nusantara,” ujarnya.

Ada dua hotel yang bertetangga dekat dengan lokasi pertambangan Batugosok, yaitu Hotel Batugosok (di tepi selatan kawasan tambang) dan Hotel Seraya (di pulau kecil di depan kawasan tambang). Herry Maraden dari Hotel Batugosok menyatakan, para tamunya mulai menyatakan terganggu dengan aktivitas pengerukan dan pengguguran bukit. Sejumlah wisatawan asing kini juga enggan menginap di Batugosok.

Ambrosius Janggat mengatakan, pihaknya akan segera membentuk panitia khusus (pansus) untuk menindaklanjuti protes masyarakat akibat aktivitas eksploitasi tambang di daerah itu. ”Kasus ini tak akan muncul kalau Bupati melibatkan DPRD dan masyarakat. Kami sendiri tidak tahu bahwa Bupati sudah mengeluarkan izin kuasa pertambangan kepada PT Grand Nusantara. DPRD Manggarai Barat tidak diberi tembusan keputusannya,” paparnya.

Marcel Agot, rohaniwan setempat, mengakui ia dan massa Geram menolak pertambangan itu atas nama pribadi dan bukan mewakili gereja Katolik.

Belum perlu amdal

Bupati Manggarai Barat Wilfridus Fidelis Pranda, 28 Juni lalu, kepada Kompas menyatakan, aktivitas penambangan di Batugosok oleh PT Grand Nusantara belum memerlukan syarat amdal karena masih tahap ”eksplorasi”, yaitu sekadar mendeteksi kandungan emas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTT Yohanes Bria di Kupang, 30 Juni lalu, mengatakan, eksplorasi tambang emas di Batugosok jangan ditafsirkan eksploitasi. Pihak pemegang kuasa pertambangan memang dapat memanfaatkan hasil eksplorasi itu sebagai kompensasi atas biaya yang telah dikeluarkan. Karena itu, pengambilan emas saat eksplorasi di Batugosok sangat wajar. ”Jangan menafsirkan eksplorasi dan eksploitasi sesuai selera,” ujarnya.

Menurut Bria, izin kuasa pertambangan yang dikeluarkan Bupati Manggarai Barat kepada PT Grand Nusantara, 12 Januari 2009, dinilai tidak menyalahi prosedur. Tembusan kuasa pertambangan itu pun telah diserahkan kepada Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi. ”Aksi demo 1.000 warga Labuan Bajo di lokasi tambang Batugosok, 29 Juni lalu, sangat mengganggu kegiatan eksplorasi. Pihak investor merasa terganggu. Padahal, kita membutuhkan mereka untuk mengolah sumber daya alam yang ada,” kata Bria. (ANS/KOR/GSA/HRD)

Sumber: Kompas

Rate this:

Mengenali Pesona Alam Indonesia…

03 Friday Jul 2009

Posted by agung perdana t.s in Wisata, Seni dan Budaya

≈ Leave a comment

Tags

Pendidikan, Perjalanan

SEBARAN TAMAN NASIONAL DI INDONESIA

Pulau Sumatera :
– Gunung Leuser (DI Aceh & Sumatera Utara)
– Siberut (Sumatera Barat)
– Kerinci Seblat (Sumbar, Bengkulu, Jambi, Sumsel)
– Bukit Tiga Puluh (Riau)
– Berbak (Jambi)
– Bukit Dua Belas (Jambi) baru
– Bukit Barisan Selatan (Bengkulu & Lampung)
– Way Kambas (Lampung)
– Batang Gadis
– Sembilang
– Tesso Nilo

Pulau Jawa :
– Ujung Kulon (Jawa Barat)
– Kepulauan Seribu (DKI Jakarta)
– Gunung Halimun (Jawa Barat)
– Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat)
– Laut Karimun Jawa (Jawa Tengah)
– Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur)
– Meru Betiri (Jawa Timur)
– Baluran (Jawa Timur)
– Alas Purwo (Jawa Timur)
– Merapi (Jawa Tengah)
– Merbabu (Jawa Tengah)
– Ciremai (Jawa Barat)

Pulau Bali dan Kepulauan di Nusa Tenggara :
– Bali Barat (Bali)
Pulau Lombok :
– Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat)
Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar :
– Komodo (Nusa Tenggara Timur)
Pulau Sumba :
– Manupeu Tanah Daru
– Laiwangi Wanggameti
Pulau Flores :
– Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

Pulau Kalimantan :
– Gunung Palung (Kalimantan Barat)
– Tanjung Putting (Kalimantan Tengah)
– Bukit Baka-Bukit Raya (Kalbar & Kalteng)
– Danau Sentarum
– Betung Karihun (Kalimantan Barat)
– Kayan Mentarang (Kalimantan Timur)
– Kutai (Kalimantan Timur)
– Sebangau (Kalimantan Tengah)

Pulau Sulawesi :
– Laut Bunaken Manado Tua (Sulawesi Utara)
– Bogani Nani wartabone (Sulawesi Utara)
– Lore Lindu (Sulawesi Tengah)
– Laut Taka Bonerate (Sulawesi Selatan)
– Rawa Aopa Watumohai (Sulawesi Tenggara)
– Laut Wakatobi (Sulawesi Tenggara)
– Kep. Togean
– Bantimurung-bulusarung

Pulau Seram :
– Manusela (Maluku)

Pulau Papua (Irian) :
– Laut Teluk Cendrawasih (Irian Jaya)
– Wasur (Irian Jaya)
– Lorentz (Irian Jaya)
– Akentajawe Lolobata

Rate this:

Jambore Jejak Petualang Indonesia

28 Sunday Jun 2009

Posted by agung perdana t.s in Celoteh Lingkungan, Wisata, Seni dan Budaya

≈ 1 Comment

Tags

Pendidikan, Petualangan

Salam Petualang Indonesia….

Jambore Petualang Indonesia (JPI) adalah perubahan nama kegiatan dari Jambore Jejak Petualang 3 (JJP3) karena didorong oleh tingginya apresiasi calon peserta dari segala penjuru Tanah Air.

Jambore Petualang Indonesia merupakan sebuah event kolaborasi akbar para pegiat alam bebas yang merupakan satu bentuk cermin kepedulian anak bangsa terhadap kondisi alam.

ingin berkemah bareng para petualang se Indonesia ?
ingin berkegiatan bareng dengan para presenter program Petualang TV ?
pengen menyumbangkan tenaga dan energinya untuk bumi tercinta ?
pengen ngobrol bareng dengan para tokoh petualang Indonesia ?
pengen dapetin ratusan doorprice ?

…ikuti !!
JAMBORE PETUALANG INDONESIA
-to be one with nature-

yang di gelar pada
Hari Sabtu s.d Minggu, Tanggal 8 s.d 9 Agustus 2009
Bumi Perkemahan Ranca Upas, Ciwidey
Jl. Babakan Jampang – Cibuni, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Beberapa aktifitas untuk peserta yang akan diselenggarakan antara lain :

Sepeda gunung, Fun Orienteering, Trekking (Snake Handling, Survival, Tanaman Obat Alam, Intepretasi Hutan, Fotografi Alam, Penulis Alam, Family camp), Penghijauan, Global Development Village, Malam Petualang “Dugem With Stars”, aneka lomba, serta meet & greet dengan para host program Petualang TV.

jangan ditunda….!
Segera kunjungi situs kami dan daftarkan Tim Anda hanya di : http://jambore.jejakpetualang.org

contact : info@jejakpetualang.org
mobile : +62 813 8020 8334

Pendaftaran dibuka dari tanggal 15 Juni 2009 hingga 10 Juli 2009 atau jika quota peserta terpenuhi.

it’s all about the nature….
it’s all about some adventures…..
and it’s all about you….

…sampai jumpa di Ranca Upas..

Salam Petualang Indonesia
Panitia Jambore Petualang Indonesia
Jejak Petualang Community

Rate this:

Mengenal Kepulauan Karimunjawa

03 Wednesday Jun 2009

Posted by agung perdana t.s in Wisata, Seni dan Budaya

≈ 10 Comments

Tags

Karimunjawa, Wisata

Menuju kepulauan Karimunjawa dan melihat sebuah pemandangan alam yang sangat luar biasa dari sebuah karya yang Maha Kuasa.

Untuk sampai di pulau itu, dapat menggunakan 2 alternatif jalur perjalanan dari laut atau dari udara. Transportasi udara ditempuh melalui Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Bandara Dewadaru yang saat ini hanya dilakukan oleh PT. Wisata Laut Nusa Permai (Kura-kura Resort). Sedangkan transportasi laut dapat ditempuh menggunakan kapal Muria yang berlayar 2 kali seminggu dari Pelabuhan Kartini Jepara dengan waktu tempuh sekitar 6 jam atau dengan kapal cepat Kartini dengan waktu tempuh kurang lebih 3,5 jam. Pelayaran danya dilakukan pada hari libur saja sabtu dan minggu.

Karimunjawa, salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara adalah merupakan satu-satunya kecamatan di Jawa Tengah yang dipisahkan lautan dengan daratan Jawa yang berjarak 45 mil laut dari ibukota Kabupaten dan 60 mil laut dari ibukota propinsi, dan merupakan untaian pulau-pulau kecil yang terdiri dari 27 pulau dengan luas 7129 ha serta luas perairan 107.225 ha, pada umumnya pulau-pulau itu masih merupakan hutan tropis dataran rendah dan hanya 5 pulau yang dihuni. Nama Karimunjawa konon diambil dari kata (Keremun = Jawa) atau samar-samar, maksudnya adalah gugusan pulau ini bila dilihat dari daratan Jawa terlihat (keremun-keremun/samar-samar). Nama tersebut konon diberikan saat Sunan Nyamplungan datang ke Karimunjawa (orang pertama yang datang menginjakkan kaki didaratan karimunjawa) (wiki).

Karimunjawa ini didiami oleh Suku Jawa dan Suku Bugis yang telah lama hidup berdampingan. Karena wilayahnya adalah lautan, tentu sebagian besar mereka bermata pencaharian sebagai nelayan. Hasil lautnya seperti ikan, cumi-cumi dan udangnya yang masih sangat segar karena lautnya belum banyak tercemar.

Pulau ini sangat ramai pada waktu hari libur, terutama sabtu dan minggu saja. Karena pada waktu itu banyak wisatawan asing dan lokal yang berkunjung untuk bertamasya. Pada hari minggu, di desa ada pasar tumpah juga. Pasar ini berada di jalan-jalan desa. Keindahan alam dan keramah-tamahan penduduk Karimunjawa membuat rasa emosional tersendiri.

Penginapan
Tidak perlu khawatir tentang tempat menginap bila datang ke pulau ini, karena ada 2 pilihan alternatif tempat untuk beristirahat. Untuk anda yang mempunyai biaya terbatas dapat memilih untuk menginap di guest house di sekitar pulau yang berkisar 500-700 rb dan anda sudah dapat menikmati fasilitas yang disediakan. Sementara jika anda mempunyai biaya lebih dapat menikmati fasilitas di Resort. Ataupun jika anda berjiwa petualang, anda bisa tinggal dipinggir pantai dan mendirikan tenda atau anda bisa juga tinggal di pulau-pulau yang tidak berpenghuni.

Wisata ikan hiu
Di kepulauan Karimunjawa ini anda dapat berenang dengan ikan-ikan hiu yang terkenal dengan ikan berdarah dingin dan ganas. Kolam ikan hiu ini mempunyai sensasi yang berbeda, bisa bikin jantung berdebar kencang. Namun pada bulan-bulan khusus, kita dilarang berenang di kolam tersebut karena ikan-ikan ini sedang ganas-ganasnya.

Obyek wisata
Di pulau ini ada 2 alternatif berwisata, tinggal memilih, anda suka laut atau darat. Namun yang paling favorit para wisatawan adalah wisata laut. Kepulauan Karimunjawa terkenal dengan keindahan wisata lautnya yang masih asri. Pantai pasir putih, terumbu karang yang indah dan beragam biota laut yang belum tercemar. Berbagai aktivitas berlibur yang berkaitan dengan air pun dapat dilakukan disini, seperti menyelam, snorkeling, berenang , memancing hingga surfing.

Wisata kuliner
Pulau Karimunjawa juga menyediakan makanan-makanan yang pastinya menggoda selera makan anda. Pernahkah mendengar nama makanan jadah, gethuk atau jagung berondong? jawabannya pasti pernah. Tetapi pernahkah mencicipi makanan Broyo? kalau belum maka datang dan coba sendiri makanan ini di Kampung Karimunjawa. Broyo adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar kacang-kacangan. Makanan ini hanya ada di Karimunjawa dan rasanyapun berbeda daripada yang lain.
Sumber: Sandy 4Pilar

Tertarik berpetualang ke Karimunjawa??? Hayuk kapan…

Rate this:

Hasil Observasi Antropologi : Mandailing Adalah Sub-etnis Batak (1)

25 Monday May 2009

Posted by agung perdana t.s in Wisata, Seni dan Budaya

≈ 7 Comments

Tags

Sejarah

“Mandailing adalah Batak, alasan mereka tidak mau disebut Batak tidak lain salah satu sebabnya adalah karena Batak pada umumnya didominasi oleh pengaruh Kristiani (agama Kristen) sehingga Mandailing yang mayoritas Islam menolak untuk disamakan menjadi Batak.” Continue reading →

Rate this:

Menengok Kehidupan Kartini di Masa Lampau

21 Tuesday Apr 2009

Posted by agung perdana t.s in Wisata, Seni dan Budaya

≈ 2 Comments

Tags

Pendidikan, Sejarah

“Semangat Kartini”

nb: penulis udah terkantuk tapi dengan semangat kartini akhirnya bisa terselesaikan tulisan ini.

Image Hosted by ImageShack.us

RA Kartini merupakan simbol perjuangan para wanita. Beliau adalah pejuang wanita yang terus mengobarkan semangat dalam memperjuangkan hak-hak wanita, mendorong kesadaran perempuan untuk bangkit dari ketertinggalan, kebodohan dan tindakan diskriminatif. Kartini memang merupakan sosok wanita yang istimewa. Sebab, nilai-nilai itulah yang secara substansial diperjuangkan oleh Kartini. Hal itu bias terekam dalam surat-suratnya kepada sahabatnya di Belanda yang kemudian dibukukan dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Oleh karena itu untuk mengenang dan memperingati perjuangan Kartini seharusnya kaum perempuan pada khususnya harus lebih baik lagi dalam memperjuangkan persamaan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. Perubahan dari kebodohan ke pencerdasan, diskriminasi ke kesetaraan dan keadilan.

Image Hosted by ImageShack.us

Mari kita telisik lebih jauh kehidupan para Kartini muda di PLANTAGAMA (PGM). Secara tidak sadar hampir para wanita PLANTAGAMA sangat mendominasi dalam keseharian dan aktifitas PGM, yah memang pada saat perekrutan calon anggota banyak wanita yang tertarik dan mendaftar untuk bergabung dalam keluarga PGM dan hal itu semua terbukti dalam beberapa kegiatan alam bebas bahkan rapat atau diskusi sekalipun selalu saja yang paling banyak wanita dan wanita. Memang tidak bisa dipungkiri lagi wanita PGM mencerminkan wanita yang memiliki kecerdasan emosional yang terkendali, kepemimpinan dan tentu saja pengalaman yang selalu terdidik dan meningkat. Coba buktikan saja dalam berbaur dengan temannya siapapun yang bukan anggota PGM, mereka pasti akan mendominasi dalam segala hal kalaupun tidak, mereka akan berusaha untuk bersuara karena mereka memiki pengalaman berbicara dengan siapapun dan terlebih lagi dengan para kakak, mas, abang bahkan pria dan bapak.

Image Hosted by ImageShack.us

Alangkah baiknya hal ini dimiliki juga oleh semua wanita Indonesia, kecerdasan berkomunikasi, emosional dan sabar dalam setiap rintangan hidup yang ada. Jadi… sepertinya tidak salah juga ada yang mengatakan “ayah rumah tangga dan ibu kerja kantoran sudah meluas dimana-mana”.

Selamat Hari Kartini 21 April 2009

Rate this:

← Older posts
Newer posts →

aperdanats

  • agung perdana t.s's avatar agung perdana t.s

Kategori

  • Agenda Luangkanlahsejenak (14)
  • Celoteh Film (5)
  • Celoteh Lingkungan (26)
  • Celoteh Nusantara (15)
  • Celoteh Pertanian (2)
  • Environment & Social Responsibility (1)
  • Jepretan Alamakjang (4)
  • Reportase Perjalanan (10)
  • Seputar Gorontalo (2)
  • Seputar Yogyakarta (1)
  • status (4)
  • Wisata, Seni dan Budaya (32)

Archives

  • September 2014
  • January 2013
  • August 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • January 2012
  • August 2011
  • April 2011
  • September 2010
  • June 2010
  • May 2010
  • April 2010
  • March 2010
  • February 2010
  • January 2010
  • December 2009
  • November 2009
  • October 2009
  • September 2009
  • August 2009
  • July 2009
  • June 2009
  • May 2009
  • April 2009
  • March 2009
  • January 2009

Angkringan Brainstorming Buku Download Film Hunting Internet Jazz Kagama Riau Karier Karimunjawa Konservasi Lagu Lomba Pendidikan Perjalanan Petualangan Puisi Sejarah Seminar Seni Snapshoot Wisata yogya semesta

Link populer

  • Dunia Fotografi
  • Hyem
  • Jejak Petualang
  • Kick andy
  • Mac Indonesia
  • Mac Internasional

Warta dunia

  • greenpeace
  • koran internet
  • Lowongan kerja
  • National geographic
  • pertaniansehat
  • situshijau
  • supportergreenpeace
  • supporterwwf
  • wwf

Blog teman

  • hermawan kartajaya
  • ipin
  • Laili Aidi
  • nahda
  • nursatria
  • plantagama
  • primordia
  • rosodaras
  • S. Riyanta
  • sita
  • uup
  • wimar witoelar
  • yulian

Core

  • Create account
  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.com

RSS National Geographic

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Travel detik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Twitter @airasiaID

Tweets by airasiaID

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other subscribers
Sebuah petualangan tidak hanya meluangkan waktu, keringat dan materi saja tetapi itu adalah sebuah perjalanan spiritual dalam peningkatan kualitas hidup seseorang...agungpts_2010

Blog Stats

  • 83,693 pengunjung


Google PageRank Checker

Create a free website or blog at WordPress.com.

Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to their use.
To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy
  • Subscribe Subscribed
    • Luangkanlahsejenak
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Luangkanlahsejenak
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar