Wisata murah di gunung kidul, yogyakarta
30 Wednesday Jan 2013
Posted in Celoteh Nusantara, Reportase Perjalanan, Seputar Yogyakarta
30 Wednesday Jan 2013
Posted in Celoteh Nusantara, Reportase Perjalanan, Seputar Yogyakarta
06 Sunday Jan 2013
08 Wednesday Aug 2012
Tags
Perusahaan yang peduli dan memiliki visi tanggung jawab sosial dan lingkungan pasti akan melakukan tahapan SIA (Social Impact Assessment) atau kajian dampak sosial, sebelum menempati wilayah baru dan memulai operasional. Tujuannya adalah memetakan potensi dan resistensi masyarakat dan lingungan jika pada suatu wilayah akan didirikan perusahaan, termasuk memetakan kondisi masyarakat di wilayah yang akan ditempati.
Perusahaan yang tidak melakukan SIA, biasanya ketika mendapatkan izin operasional dari pemerintah, langsung menempati wilayah baru, melaksanakan operasional, dan eksploitasi, tanpa membuat prediksi mengenai kondisi komunitas, yang ujung-ujungnya dikemudian hari terjadi konflik dengan masyarakat setempat. Bisa jadi perusahaan yang saat ini diberitakan berkonflik dengan masyarakat hingga berdampak korban jiwa adalah perusahaan yang tidak melakukan SIA, tidak mengukur kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
SIA merupakan indikator-indikator, perkiraan-perkiraan yang akan menggambarkan bagaimana respon lingkungan terhadap keberadaan perusahaan, khususnya perusahaan-perusahaan pengelola Sumber Daya Alam (SDA). SIA idealnya dilakukan sebelum atau sesudah izin operasional diterbitkan. Perusahaan akan melibatkan konsultan atau pakar SIA untuk mendapatkan rekomendasi mengenai layak tidaknya wilayah tertentu untuk operasional perusahaan. Karena perusahaan tidak ingin ketika operasional dijalankan, modal sudah ditanamkan, dikemudian hari terjadi konflik-konflik yang ujung-ujungnya biaya sosial melebihi keuntungan yang didapatkan.
Saat ini perusahaan-perusahaan yang peka melakukan SIA sebelum melakukan operasional merupakan perusahaan asing atau Penanaman Modal Asing (PMA), dikarenakan bagi mereka SIA merupakan salah satu tahapan yang wajib ada sebelum menyatakan melanjutkan investasi atau menghentikan. Berbeda dengan perusahaan dalam negeri yang masih jarang melakukan SIA, karena merasa secara emosional sudah menjadi bagian dari masyarakat, namun justru karena terlalu percaya diri tersebut ibarat api dalam sekam, muncul berbagai persoalan di kemudian hari.
Beberapa aspek yang dilakukan dalam melakukan SIA, biasanya konsultan atau pakar mendapatkan informasi awal mengenai lokasi yang akan dijadikan sebagai lahan operasional bagi perusahaan. Baik berupa peta lokasi, dan deskripsi mengenai lokasi. Semua informasi tersebut diberikan perusahaan sebagai bahan dasar tim SIA.
Setelah mendapatkan informasi lokasi, peta dan gambaran awal, konsultan atau pakar melakukan kajian literatur mengenai aspek demografis, morfologis dan sosiologis, sehingga ada gambaran utuh mengenai lokasi tersebut. Hal tersebut dijabarkan dalam model yang akan dilakukan dalam SIA yang kemudian dipresentasikan kepada perusahaan. Jika model tersebut disepakati, konsultan atau pakar kemudian turun lapangan untuk mengetahui kondisi objektif masyarakat dan lingkungan dibatasi coverage atau area yang telah ditentukan.
Beberapa aspek yang dikaji dalam SIA, diantaranya: demografi, terkait kondisi wilayah, pemerintahan daerah, pemerintahan desa, komposisi penduduk, agama, suku bangsa, mata pencaharaian, dll. Tujuan akhir dari demografi adalah terpetakan kondisi masyarakat secara riil. Morfologi, menggambarkan kondisi lingkungan, karakter alam, potensi sumber daya alam, potensi kebencanaan, sumber-sumber penghidupan masyarakat, pola pertanian, sumber daya hayati dan hewani. Tujuan akhir dari demografi menggambarkan secara riil kondisi lingkungan. Sosiologis, menggambarkan kultur atau budaya masyarakat, riwayat konflik dan potensi konflik, persepsi terhadap pendatang, persepsi dan ekspektasi terhadap perusahaan, peta konflik dalam masyarakat, pola struktur masyarakat, peta ketokohan, peta mengenai pihak yang resisten dan akomodatif jika didirikan perusahaan.
Aspek-aspek diatas menjadi gambaran utuh yang akan menjadi rekomendasi dari konsutan atau pakar terhadap perusahaan mengenai layak atau tidak untuk melakukan operasional atau investasi. Jika layak terdapat cacatan mengenai apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Jika tidak layak disertai catatan potensi masalah yang muncul dilihat tiga aspek diatas. Secara jangka panjang, SIA akan menjadi pedoman bagi perusahaan dalam melaksanakan aktifitasnya jangka panjang, termasuk salah satunya SIA telah menjadi data awal mengenai tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) apa yang paling tepat dilakukan pada wilayah tersebut.
14 Thursday Jun 2012
Posted in Reportase Perjalanan, status
Kelahiran suatu pikiran sering menyamai kelahiran seorang anak. Ia didahului dengan penderitaan-penderitaan pembawaan kelahirannya. _Tan Malaka.
24 Thursday May 2012
Posted in Reportase Perjalanan, status
Hasbunallah wani’mal wakil
27 Friday Jan 2012
Posted in Reportase Perjalanan
Sumber: http://www.p-wec.org/id/agenda/pelatihan-konservasi-alam-dan-satwa-liar-2012
Peran serta masyarakat, mahasiswa, pecinta alam dan organisasi mahasiswa yang bergerak dalam bidang pelestarian alam memiliki peran sangat penting dalam mengawal pelestarian alam dan satwa liar Indonesia agar tetap lestari. Peningkatan pemahaman, wawasan dan ketrampilan mutlak diperlukan oleh generasi muda sebagai bekal dalam melaksanakan kegiatan konservasi alam dan satwa liar kususnya yang ada Indonesia.
Untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang konservasi alam dan satwa tersebut, P-WEC sebagai pusat pendidikan konservasi alam kembali menyelenggarakan kegiatan ”Pelatihan Konservasi Alam & Satwa Liar (PEKA-SL) yang ke-2”. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memfasilitasi para aktivis lingkungan, penggiat konservasi dan pecinta alam agar memiliki ketrampilan dan pengetahuan lebih dalam bidang konservasi sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik antar aktivis dari berbagai daerah di Indonesia yang peduli terhadap pelestarian alam.
Pelatihan Konservasi Alam dan Satwa Liar (PEKA-SL) dilaksanakan pada tanggal 8 – 10 Juni 2012 yang bertempat di Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC).
Mahasiswa jurusan biologi, kehutanan, pertanian, peternakan, perikanan, kelompok pecinta alam, komunitas pecinta satwa dan organisasi lingkungan hidup. Untuk efektifitas pelatihan, peserta akan dibatasi jumlahnya sehingga sewaktu-waktu pendaftaran akan ditutup jika jumlah kuota peserta sudah mencukupi.
Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC, dibaca ‘Piwek’)
Jl. Margasatwa No. 1 Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang
Telp. (0341) 7040564, Fax. (0341) 569506
Email : staff@p-wec.org, Website : www.p-wec.org – CP: Suwarno, HP 085649879080
Kegiatan PEKA-SL ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari berturut-turut mulai tanggal 08 hingga 10 juni 2012 dengan rangkaian kegiatan yang meliputi materi konservasi alam dan praktik lapang.
Untuk memastikan kegiatan dapat mencapai tujuan yang diinginkan maka akan dibagikan quisioner kepada peserta di awal dan akhir kegiatan.
Fasilitas yang diberikan untuk peserta:
Perlengkapan Wajib Peserta
Baju ganti selama kegiatan, sandal dan sepatu lapangan, alat tulis dan buku saku (notebook), teropong binocular, camera (pocket atau SLR), lampu senter, jaket, topi dan obat-pbatan pribadi.
Waktu dan Tempat Pendaftaran
Pendaftaran dan pembayaran paling lambat tanggal 1 Juni 2012.
Pendaftaran dapat dilakukan di:
Bukti transfer bank harap difax ke (0341) 569505 bersama formulir pendaftaran.
Downloads:
Formulir Pelatihan Konservasi Alam & Satwa Liar 2012
Jadwal Rencana Kegiatan Pelatihan Konservasi Alam & Satwa Liar 2012